Cara mencatat stok barang konsinyasi di toko adalah membuat kartu titipan per pemilik dan barang, lalu mencatat penerimaan, penjualan, pengembalian ke pemilik, serta hasil hitung fisik secara terpisah. Simpan catatan jumlah barang dan catatan setoran uang pada lembar berbeda yang saling merujuk.

Panduan ini untuk toko penerima titipan jual. Panduan stok masuk dan keluar membahas kartu pergerakan umum; di sini ada pemeriksaan tambahan tentang pemilik barang dan setoran hasil penjualan.

Sebagai gambaran, PPSR Australia memberi contoh konsinyasi berupa seniman yang menitipkan karya ke galeri untuk dijual dengan bagian dari harga penjualan. Sumber diperiksa 27 Oktober 2026. Yang dipakai di sini hanya gambaran titip jual; prosedur registrasi dan hukum Australia tidak diterapkan pada toko Indonesia.

1. Simpan kesepakatan sebelum menerima titipan

Catat kode pemilik, kode barang, satuan, harga yang disetujui, bagian toko, waktu pelaporan, jadwal setoran, dan aturan pengembalian. Jelaskan siapa yang menyetujui diskon serta bagaimana barang rusak atau hilang ditangani. Bagian toko tidak boleh ditentukan oleh AI atau diambil dari kebiasaan toko lain.

Gunakan kode berbeda untuk barang yang sama dari dua pemilik. Bila toko juga membeli putus produk serupa, bedakan status stoknya agar barang titipan tidak tercampur dengan barang milik toko.

2. Periksa jumlah dan kondisi saat serah terima

Hitung barang bersama bukti penerimaan. Tulis tanggal, kode pemilik, barang, jumlah diterima, satuan, kondisi, serta nomor bukti. Selisih antara jumlah yang dikirim dan diterima masuk catatan pemeriksaan; jangan menyalin angka surat jalan tanpa menghitung barang.

Pakai salinan kartu stok barang sederhana terpisah untuk setiap pasangan pemilik dan barang. Tambahkan kode pemilik pada nama lembar atau kepala catatan. Templat umum ini belum memiliki kolom pemilik atau rumus setoran, dan sisa stok diketik sendiri. Hapus baris contoh fiktif sebelum mulai.

3. Bedakan penjualan, retur, dan barang bermasalah

Setiap barang keluar perlu alasan dan bukti. Penjualan ke pembeli, pengembalian barang belum laku ke pemilik, serta barang rusak adalah kejadian berbeda. Retur pembeli yang benar-benar diterima kembali dan diperiksa dapat menambah jumlah fisik; koreksi uangnya tetap ditelusuri terpisah.

Untuk satu periode tanpa retur pembeli atau barang bermasalah, gunakan:

Sisa titipan = saldo awal + titipan diterima − unit terjual − unit dikembalikan ke pemilik.

Barang rusak yang masih berada di toko tetap dicatat lokasinya dan dipisahkan dari stok layak jual. Jangan menyebutnya terjual atau langsung menentukan siapa yang menanggung kerugian. Simpan hasil pemeriksaan dan keputusan sesuai kesepakatan.

Contoh fiktif: satu pemilik, satu produk

Semua jumlah dan nominal berikut adalah contoh fiktif, bukan data toko, tarif komisi, atau rekomendasi bagi hasil. Kode Pemilik-L menitipkan 30 unit, tanpa saldo awal. Dalam periode latihan, 18 unit terjual dan 4 unit dikembalikan ke pemilik dengan bukti serah terima. Tidak ada retur pembeli atau barang rusak.

Pergerakan contoh Masuk Keluar Sisa titipan
Titipan diterima 30 — 30
Terjual ke pembeli — 18 12
Dikembalikan ke pemilik — 4 8

Pemeriksaan jumlah: 30 − 18 − 4 = 8 unit. Delapan unit itu dicocokkan dengan barang fisik, bukan dianggap sudah laku karena periode pelaporan berakhir.

4. Buat ringkasan setoran dari penjualan yang cocok

Di lembar tambahan, tulis periode, kode pemilik, rujukan nota, unit terjual, hasil penjualan terkonfirmasi, bagian toko sesuai kesepakatan, nilai yang perlu disetor, pembayaran terkonfirmasi, dan sisa setoran. Cantumkan bukti koreksi bila ada. Lembar stok saja belum membuktikan uang sudah disetor.

Melanjutkan contoh fiktif tadi, harga disepakati Rp10.000 per unit, semuanya sudah dibayar pembeli, tanpa diskon atau koreksi. Bagian toko dalam kesepakatan latihan adalah Rp2.000 per unit terjual.

  • Hasil penjualan contoh: 18 × Rp10.000 = Rp180.000.
  • Bagian toko contoh: 18 × Rp2.000 = Rp36.000.
  • Hak pemilik untuk disetor: Rp180.000 − Rp36.000 = Rp144.000.
  • Jika sudah disetor Rp100.000, sisa setoran: Rp144.000 − Rp100.000 = Rp44.000.

Rp36.000 belum menunjukkan laba bersih toko karena biaya operasional lain belum dihitung. Catatan ini adalah pemeriksaan operasional, bukan penetapan jurnal pendapatan atau pajak konsinyasi. Untuk jadwal setoran yang sudah disepakati, pelacak jatuh tempo dapat menghitung selisih hari; alat itu tidak menghitung komisi atau menyetujui pelunasan.

5. Periksa bersama sebelum menutup periode

Cocokkan kartu stok, nota penjualan, bukti pengembalian, hasil hitung fisik, dan bukti setoran. Simpan selisih yang belum selesai agar tidak hilang saat periode berikutnya dimulai. Pengembalian fisik dan pelunasan uang memiliki status sendiri.

AI dapat merapikan daftar pemeriksaan dari data berkode yang diizinkan. Hindari identitas pemilik, rekening, dan foto bukti utuh.

Tinjau catatan titipan berikut dari sisi toko penerima.
Kelompokkan berdasarkan kode pemilik, barang, dan periode.
Pisahkan penjualan, pengembalian ke pemilik, dan barang bermasalah.
Tandai bukti ganda serta selisih jumlah atau setoran untuk diperiksa.
Jangan mengisi harga, komisi, tanggal, atau tanggung jawab kerugian.
Jangan menandai lunas atau menyetujui penyesuaian stok.
Data latihan atau salinan yang diizinkan: [tempel tabel berkode]

FAQ singkat

Apakah seluruh barang yang diterima langsung menjadi utang pembelian?

Periksa jenis kesepakatannya. Panduan ini memakai titipan untuk dijual, dengan setoran dari penjualan yang cocok. Jangan menyalin alur pembelian putus ke titipan. Penentuan jurnal pembukuan perlu mengikuti transaksi sebenarnya.

Bagaimana jika pemilik mengambil barang yang belum laku?

Hitung dan simpan bukti pengembalian, lalu kurangi stok titipan. Pengembalian barang tidak otomatis menghapus sisa setoran dari unit yang sudah terjual.

Lihat alur stok dan pemasok untuk pemeriksaan berikutnya. Daftar Nalar Pekan melalui bagian pendaftaran di bawah, atau mulai dari arsip edisi web.