Laporan keuangan sederhana untuk UMKM, bila mengikuti SAK EMKM, berisi tiga laporan untuk periode yang sama. Panduan ini menyusun lembar kerja posisi keuangan dan catatan, lalu menautkan laporan laba rugi yang sudah ada. AI merapikan draf dari baris yang kamu tempel. Penanggung jawab yang menyetujui angka.
Ini usulan alur redaksi. Sumbernya diperiksa pada 26 Oktober 2026. Lembar ini belum diuji pada pembukuan pelanggan. Tulisan ini tidak menghitung pajak dan tidak menyatakan suatu usaha wajib memakai SAK EMKM.
Siapkan tiga laporan untuk satu periode
Paragraf 3.9 menyatakan laporan keuangan minimum terdiri dari laporan posisi keuangan pada akhir periode, laporan laba rugi selama periode, dan catatan atas laporan keuangan yang berisi tambahan serta rincian pos tertentu yang relevan. Paragraf 3.8 meminta informasi satu periode sebelumnya untuk jumlah yang disajikan, kecuali standar menyatakan lain. Paragraf 3.10 menyimpulkan bahwa laporan lengkap menyajikan minimum dua periode untuk setiap laporan yang disyaratkan, beserta catatannya. Paragraf 3.5 menempatkan penyajian lengkap itu pada akhir setiap periode pelaporan, termasuk informasi komparatifnya.
Urutan kerja di lembar ini:
- Laporan posisi keuangan — saldo aset, liabilitas, dan ekuitas pada tanggal akhir yang kamu tulis.
- Laporan laba rugi — kinerja selama periode itu. Susun di panduan laba rugi atau lembar bulanan. Jangan menyalin ulang rumus dua panduan itu ke sini.
- Catatan — pernyataan lingkup, kebijakan yang dipakai, dan rincian pos yang perlu dijelaskan.
Paragraf 3.11 meminta setiap laporan dan catatannya diidentifikasi dengan jelas, beserta informasi yang perlu diulang agar penyajiannya dipahami. Pada tiap lembar tulis nama usaha, tanggal akhir atau rentang periode, dan satuan yang kamu pakai. Kolom periode sebelumnya tetap kosong bila angkanya belum diperiksa. Jangan mengisi tahun lalu agar dua kolom terlihat lengkap.
Paragraf 3.4 hanya membolehkan pernyataan kepatuhan terhadap SAK EMKM bila laporan telah patuh terhadap seluruh persyaratan standar itu. Lembar kerja internal yang masih punya sel kosong belum memenuhi syarat itu. Jangan menulis “sesuai SAK EMKM” di judul sebelum penanggung jawab memeriksa seluruh syarat, bukan hanya tiga nama laporan.
Kumpulkan saldo yang sudah ada buktinya
Paragraf 4.1 mengatur laporan posisi keuangan sebagai informasi aset, liabilitas, dan ekuitas pada akhir periode pelaporan. Paragraf 4.2 mencantumkan pos yang dapat dicakup, antara lain kas dan setara kas, piutang, persediaan, aset tetap, utang usaha, utang bank, dan ekuitas. Paragraf 4.3 menambahkan pos lain bila relevan untuk memahami posisi keuangan. Paragraf 4.4 tidak menentukan format atau urutan; aset dapat diurutkan menurut likuiditas dan liabilitas menurut jatuh tempo. Paragraf 4.5 membolehkan pemisahan aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang. Pemisahan itu pilihan. Pakai hanya bila dasar klasifikasinya sudah kamu catat.
Paragraf 2.16 menetapkan biaya historis sebagai dasar pengukuran: aset sebesar kas atau setara kas yang dibayarkan saat perolehan, liabilitas sebesar kas yang diterima atau yang diperkirakan akan dibayarkan dalam usaha normal. Paragraf 2.19 memakai dasar akrual. Uang yang sudah masuk belum otomatis menghapus piutang bila barang atau jasa dan tagihannya masih perlu dicatat terpisah. Baca kas di catatan kas harian dan panduan arus kas.
Ambil saldo dari catatan yang sudah ditutup untuk tanggal yang sama:
- Kas: catatan kas dan lembar unduhan kas.
- Piutang: catatan piutang.
- Utang pemasok: jadwal utang.
- Persediaan: stok opname dan, untuk barang dagang, HPP periode.
- Uang pribadi yang tercampur: pisahkan dulu sebelum saldo masuk lembar usaha.
Paragraf 2.7 mendefinisikan ekuitas sebagai hak residual atas aset setelah dikurangi seluruh liabilitas. Di lembar kerja, hitung aset yang berstatus diperiksa, kurangi liabilitas yang berstatus diperiksa, lalu bandingkan dengan jumlah ekuitas yang juga berstatus diperiksa. Selisih adalah pertanyaan, bukan pos baru yang diisi agar kolom seimbang.
Jumlahkan hanya baris posisi yang diperiksa
Satu baris untuk satu pos pada satu tanggal akhir. Kolom:
| Kolom | Isi |
|---|---|
| A | Kode pos |
| B | Kelompok: Aset, Liabilitas, atau Ekuitas |
| C | Uraian |
| D | Jumlah periode ini. Kosongkan bila belum ada bukti |
| E | Jumlah periode sebelumnya. Kosongkan bila belum diperiksa |
| F | Rujukan bukti dan tanggal saldo |
| G | Status: Draf atau Diperiksa |
Hanya pemeriksa yang mengubah status menjadi Diperiksa. Jangan mengisi nol untuk “belum tahu”.
SUMIFS menjumlahkan rentang bila kriteria pada baris yang sama terpenuhi. Untuk baris 2 sampai 40, nama fungsi bahasa Inggris dan pemisah koma:
Aset diperiksa
=SUMIFS(D2:D40,B2:B40,"Aset",G2:G40,"Diperiksa")
Liabilitas diperiksa
=SUMIFS(D2:D40,B2:B40,"Liabilitas",G2:G40,"Diperiksa")
Ekuitas tercatat
=SUMIFS(D2:D40,B2:B40,"Ekuitas",G2:G40,"Diperiksa")
Jika setelan lokal memakai titik koma, sesuaikan pemisah argumen. Selisih residual adalah aset diperiksa dikurangi liabilitas diperiksa dikurangi ekuitas tercatat. Selisih nol berarti tiga jumlah itu saling cocok pada baris yang lolos status. Selisih selain nol berarti ada baris yang belum masuk, kelompok yang tertukar, atau bukti yang belum selesai. Jangan menambahkan baris penyeimbang tanpa bukti.
Laporan laba rugi tetap di lembarnya sendiri. Bab 5 mengatur kinerja selama periode, bukan saldo pada tanggal akhir.
Tulis catatan secukupnya
Paragraf 6.2 memuat, pada catatan, pernyataan bahwa laporan disusun sesuai SAK EMKM, ikhtisar kebijakan akuntansi, serta informasi tambahan dan rincian pos tertentu yang menjelaskan transaksi penting dan material. Pernyataan sesuai SAK EMKM baru dipakai bila paragraf 3.4 terpenuhi. Untuk lembar kerja yang masih parsial, tulis “draf internal, belum pernyataan kepatuhan”.
Paragraf 6.3 menggantungkan rincian pada jenis kegiatan usaha. Paragraf 6.4 meminta catatan sistematis sepanjang praktis, dan tiap pos merujuk ke informasi terkait di catatan.
Catatan minimum untuk draf ini, satu butir satu bukti:
- Periode, satuan, dan tanggal pemeriksaan.
- Dasar angka: biaya historis dan akrual, bila itu yang kamu pakai.
- Rumus persediaan yang dipilih, bila ada barang dagang.
- Pos yang masih
Draf, dengan pertanyaan terbukanya. - Rujukan ke lembar laba rugi periode yang sama.
Minta AI menyusun draf, bukan mengisi angka
Salin prompt ini ke alat yang menerima teks. Untuk latihan, pakai data fiktif. Untuk kerja nyata, kirim hanya data yang diizinkan alat tersebut.
Rapikan draf laporan posisi keuangan dan daftar catatan dari bahan yang saya berikan.
Gunakan hanya fakta dalam bahan.
Jangan membuat nominal, tanggal, nama pelanggan, atau nama pemasok.
Jangan mengubah status menjadi Diperiksa.
Jangan menulis "sesuai SAK EMKM" bila bahan masih berisi sel kosong atau status Draf.
Jangan menambah pos penyeimbang agar aset sama dengan liabilitas ditambah ekuitas.
Tandai bagian yang belum ada sebagai BELUM DIKONFIRMASI.
Pisahkan baris Draf dari baris Diperiksa.
Tanggal akhir dan satuan: [isi]
Baris posisi: [isi]
Pertanyaan yang sudah saya catat: [isi]
Keluarkan:
- Satu baris per kode pos, dengan rujukan ke bahan.
- Selisih residual hanya bila ketiga jumlah diperiksa ada di bahan. Bila tidak, tulis PERIKSA.
- Daftar butir catatan yang belum punya bukti.
Tulis DRAF — belum disetujui di bagian atas.
Profil AI generatif NIST membahas risiko keluaran yang keliru tetapi terdengar meyakinkan. Cocokkan setiap nominal dengan bukti. Prompt tidak menjamin AI menahan diri dari angka baru.
Contoh fiktif: lima baris satuan latihan
Seluruh bahan berikut sepenuhnya fiktif untuk latihan, bukan saldo toko atau hasil penerapan Nalarku. Angkanya satuan latihan, bukan rupiah usaha.
| Kode | Kelompok | Jumlah periode ini | Status |
|---|---|---|---|
| LATIHAN-KAS | Aset | 40 | Diperiksa |
| LATIHAN-PIUTANG | Aset | 10 | Diperiksa |
| LATIHAN-STOK | Aset | kosong | Draf |
| LATIHAN-UTANG | Liabilitas | 15 | Diperiksa |
| LATIHAN-EKUITAS | Ekuitas | 30 | Diperiksa |
Yang boleh dijumlahkan: aset 50, liabilitas 15, ekuitas tercatat 30. Residual dari dua kelompok pertama adalah 35. Selisih terhadap ekuitas tercatat adalah 5. LATIHAN-STOK tetap di luar jumlah karena statusnya Draf dan jumlahnya kosong. Pertanyaan terbuka: apakah selisih 5 menunggu saldo stok, atau ada setoran pemilik yang belum dicatat. Sebelum itu dijawab, jangan menambah baris baru dan jangan mengubah status.
Baca alat lain tanpa menyalin hasilnya
Kalkulator arus kas menyusun skenario uang masuk dan keluar. Hasilnya bukan laporan posisi keuangan. Kalkulator modal kerja hanya menjumlahkan stok ditambah piutang dikurangi utang yang kamu isi. Tiga saldo itu bukan seluruh aset, liabilitas, dan ekuitas.
Kalau catatan ini perlu dilanjutkan ke administrasi pajak, lihat layanan di Neracia.
Bacaan berikutnya bisa dipilih di Nalar Pekan. Pendaftaran email belum dibuka; edisi webnya sudah bisa dibaca.
Bacaan terkait
- Laporan laba rugi sederhana — Kinerja satu periode, terpisah dari saldo tanggal akhir.
- Laporan laba rugi bulanan — Urutan penjualan, pokok, laba kotor, beban, dan laba bersih untuk satu bulan.
- Hitung HPP usaha dagang — Beban barang dagang yang terjual, sebelum saldo persediaan masuk posisi keuangan.
- Baca arus kas UMKM — Uang yang sudah bergerak pada lembar lain.
- Ekuitas di paragraf 2.7 — Hak residual atas aset setelah liabilitas.
Daftar keuangan ada di panduan UMKM. Istilah laba rugi dan HPP ada di glosarium.