Titik impas, atau break-even point (BEP), pada panduan ini adalah jumlah penjualan satu produk atau satu jenis jasa yang membuat total biaya sama dengan total penerimaan pada periode yang kamu tulis. Halaman perencanaan bisnis U.S. Small Business Administration, bagian break-even, diperiksa 27 Oktober 2026, menyebut titik itu sebagai keadaan tanpa rugi dan tanpa laba. Halaman yang sama memakai satu produk atau satu jasa sebagai dasar hitungan, dan kalkulator di halaman itu memakai biaya tetap bulanan. “Bulanan” di sana adalah periode contoh mereka, bukan kewajiban memakai bulan. Halaman break-even SBA yang lebih lama memakai rumus unit yang sama.
Halaman Business Victoria tentang break-even, margin, dan markup, diperiksa pada tanggal yang sama, menulis rumus unit: biaya overhead ÷ (harga jual per unit − biaya produksi per unit). Halaman itu menggambarkan hasilnya sebagai penjualan sebelum usaha mulai memperoleh laba, dan laba pada contoh halaman itu disebut sebelum pajak. Angka usaha contoh di halaman Victoria tidak disalin ke sini. Panduan ini berhenti pada unit dan omzet titik impas. Tulisan ini tidak menghitung laba bersih dan tidak menghitung pajak.
Dua halaman itu bukan aturan usaha Indonesia. Kalkulator BEP memakai rumus unit yang sama dan kolomnya mulai kosong. Harga jual dari HPP dan margin menyusun harga; halaman ini tidak memilih persentase markup atau margin. Anggaran bulanan membandingkan rencana dan realisasi, bukan unit titik impas. Balik modal alat dan ROI pemakaian AI menjawab pertanyaan lain. Laporan laba rugi membaca penjualan dan beban yang sudah diperiksa. Buku kas mencatat uang yang sudah bergerak. Utang pemasok mencatat tagihan yang belum lunas. Jangan memindahkan saldo, selisih laba, atau sisa utang ke rumus di bawah.
Tentukan satu produk dan satu periode
Tulis nama produk atau jenis jasa, satuan yang dijual, dan periode biaya tetap. Satu hitungan untuk satu kontribusi. Jangan menjumlahkan produk yang harga atau biaya variabelnya berbeda, lalu membagi dengan satu harga.
Satuan jasa perlu kamu tetapkan sendiri dan dipakai sama dari awal sampai akhir, misalnya satu jam tertagih atau satu paket. Jangan mencampur jam dengan paket pada pembagian yang sama.
Pisahkan biaya tetap dan biaya variabel
Halaman SBA menyebut biaya tetap sebagai biaya pada suatu periode yang tidak berubah ketika produksi atau jasa naik atau turun. Contoh di halaman itu meliputi sewa, gaji yang tidak mengikuti volume, asuransi, bunga, dan penyusutan. Daftar itu ilustrasi halaman Amerika Serikat, bukan bagan akun wajib.
Biaya variabel, pada halaman yang sama, berubah mengikuti volume. Biaya yang punya bagian tetap dan bagian variabel perlu dipisah bila dasarnya ada. Halaman SBA menyebut biaya semacam itu semi-variabel. Jangan memasukkan komponen yang sama ke kedua kolom.
Glosarium biaya tetap dan biaya variabel memakai batas yang sama: tetap atau variabel hanya pada rentang yang kamu bahas. HPP yang sudah memuat alokasi biaya tetap tidak langsung menjadi biaya variabel. Susun dulu biaya per unit di panduan HPP atau lembar batch bila angka itu belum ada. Jangan meminta AI mengisi sewa, upah, atau harga. Halaman laba rugi business.gov.au, diperiksa pada tanggal yang sama, memakai pertanyaan lain: penjualan dikurangi beban, biasanya untuk bulan, triwulan, atau tahun. Halaman itu konteks Australia. Laba pada laporan itu bukan unit titik impas.
Bagi biaya tetap dengan kontribusi per unit
Rumus unit pada halaman SBA: titik impas dalam unit = biaya tetap ÷ (harga jual per unit − biaya variabel per unit). Selisih di dalam kurung pada panduan ini disebut kontribusi per unit. Kalkulator BEP menampilkan selisih itu.
Halaman SBA juga menulis titik impas dalam nilai penjualan = biaya tetap ÷ contribution margin. Contribution margin di kalimat itu adalah rasio, bukan rupiah per unit: (harga jual per unit − biaya variabel per unit) ÷ harga jual per unit. Membagi biaya tetap dengan kontribusi per unit menghasilkan unit. Membagi biaya tetap dengan rasio itu menghasilkan nilai penjualan. Jangan menukar penyebutnya.
Rumus unit Victoria memakai susunan yang sama: overhead ÷ (harga jual per unit − biaya per unit). Overhead pada kalimat itu adalah biaya yang ingin kamu tutup, sejajar dengan biaya tetap pada rumus SBA bila isinya memang biaya yang tidak mengikuti unit.
Seluruh angka berikut sepenuhnya fiktif untuk latihan. Labelnya: Contoh fiktif. Satuan latihan, bukan rupiah, bukan harga pasar, dan bukan target penjualan.
| Langkah contoh | Hitungan |
|---|---|
| Biaya tetap periode | 300 |
| Harga jual per unit | 25 |
| Biaya variabel per unit | 10 |
| Kontribusi per unit | 25 − 10 = 15 |
| Titik impas, unit | 300 ÷ 15 = 20 |
| Rasio kontribusi | 15 ÷ 25 = 0,6 |
| Nilai penjualan pada rasio itu | 300 ÷ 0,6 = 500 |
| Omzet 20 unit utuh | 20 × 25 = 500 |
20 × 25 dan 300 ÷ 0,6 sama-sama 500 pada cerita ini karena 20 unit habis menutup 300. Hasil itu bukan laba. Biaya yang tidak masuk ke 300 atau ke 10 tetap di luar hitungan.
Bila unit tidak habis dibagi, kalkulator BEP membulatkan unit ke atas untuk barang yang dijual utuh. Pembulatan itu aturan tampilan alat, bukan kalimat di halaman SBA. Pada cerita yang sama, biaya tetap latihan 310 memberi 310 ÷ 15 = 20,666…. Unit utuhnya 21. Omzet pada 21 unit = 21 × 25 = 525. 525 lebih tinggi dari 310 ÷ 0,6 karena unitnya dibulatkan ke atas.
Harga yang tidak lebih tinggi dari biaya variabel tidak memberi kontribusi positif. Jangan membagi biaya tetap dengan nol atau dengan selisih negatif. Biaya tetap 0 dengan kontribusi positif menghasilkan 0 unit pada model kalkulator. Itu bukan bukti usaha tanpa biaya.
Ilustrasi kedua memakai satuan latihan yang berbeda, tetap sepenuhnya fiktif. Harga jual per unit 20.000. Biaya variabel per unit 8.000. Kontribusi per unit = 20.000 − 8.000 = 12.000. Biaya tetap periode 120.000 memberi unit = 120.000 ÷ 12.000 = 10. Ilustrasi ketiga memakai harga dan biaya variabel yang sama, dengan biaya tetap 100.000. Unit sebelum pembulatan = 100.000 ÷ 12.000 = 8,333…. Unit utuh pada kalkulator dibulatkan ke atas menjadi 9. Omzet pada 9 unit = 9 × 20.000 = 180.000. Selisih itu akibat pembulatan unit, bukan laba.
Cocokkan asumsinya sebelum angka dipakai
Halaman SBA menyebut hasil ini perkiraan untuk rencana, bukan pembukuan setelah seluruh biaya dan produksi terjadi. Harga dan biaya variabel per unit dianggap tetap pada rentang yang kamu tulis. Seluruh unit pada hasil itu dianggap terjual. Bila volume melewati kapasitas, atau biaya tetap berubah karena sewa atau orang baru, hitung ulang. Jangan memakai hasil ini sebagai prakiraan permintaan.
Kalkulator harga jual dapat memisahkan biaya penjualan variabel dan biaya operasional tetap sebelum mencoba titik impas bulanannya. Kalkulator HPP membagi biaya batch dengan hasil layak jual. Isi angka dari catatanmu. Cek bulanan membaca enam angka bulan yang sudah kamu susun. Jangan menaruh hasil titik impas ke kolom omzet atau biaya tetap cek bulanan. Catatan pengeluaran operasional harian mengumpulkan bon beban. Jumlah bon itu belum biaya tetap rumus ini sebelum bagian tetap dan bagian variabel dipisah. Daftar bacaan biaya ada di panduan UMKM.
Minta AI mencari lubang, bukan mengisi biaya
Gunakan kode produk. Jangan menempel rekening, kontrak, atau identitas orang.
Tinjau draf titik impas dari angka yang saya berikan.
Jangan menambah biaya tetap, harga, biaya variabel, atau unit.
Jangan menyarankan harga pasar atau target penjualan.
Produk atau jasa dan satuannya: [isi]
Periode biaya tetap: [isi]
Biaya tetap dan apa yang sudah masuk: [isi]
Harga jual per unit: [isi]
Biaya variabel per unit dan apa yang sudah masuk: [isi]
Hitungan unit dan nilai penjualan: [isi]
Komponen yang sengaja di luar hitungan: [isi]
Keluarkan:
1. Komponen yang mungkin terhitung dua kali atau belum disebut.
2. Apakah penyebut unit dan penyebut rasio pada catatan ini tertukar.
3. Pertanyaan untuk penanggung jawab sebelum angka disetujui.
Tandai data yang belum ada sebagai "belum diketahui".
Cocokkan jawaban dengan bukti biaya dan hitung ulang. Profil AI generatif NIST membahas risiko keluaran keliru. Penanggung jawab yang menyetujui angka sebelum dipakai untuk harga atau target internal.
FAQ singkat
Apakah titik impas sama dengan balik modal alat?
Tidak. Titik impas di halaman ini menghitung unit untuk menutup biaya tetap satu periode. Balik modal alat membandingkan biaya perolehan alat dengan arus kas bersih per periode. ROI pemakaian AI membandingkan hasil dan biaya pada lingkup pekerjaan yang kamu tulis.
Apakah 20 unit pada contoh berarti usaha laba?
Tidak. Contoh itu fiktif, dan titik impas pada definisi SBA adalah keadaan tanpa rugi dan tanpa laba untuk biaya yang sudah dimasukkan. Victoria membahas laba sebelum pajak pada halaman mereka. Panduan ini tidak menghitung laba itu dan tidak menghitung pajak.
Perlukah menambah 10% ke biaya tetap?
Halaman SBA menyebut menambah sedikit, dengan contoh 10%, untuk biaya yang belum dapat diperkirakan. Contoh latihan di atas tidak menambahkan cadangan. Kamu yang memutuskan apakah ada biaya yang belum masuk, lalu menghitung ulang dari angka yang ditambahkan itu. Jangan memakai 10% sebagai tarif tetap.
Kalau susunan biaya ini mau dibahas dengan pendamping, lihat layanan Neracia. Untuk bacaan berikutnya, buka Nalar Pekan.
Bacaan terkait
- Kalkulator BEP — Masukkan biaya dan harga dari catatanmu. Kolom mulai kosong.
- Harga jual dari HPP dan margin — Susun harga sebelum harga itu dipakai sebagai input titik impas.
- Anggaran bulanan usaha kecil — Rencana penerimaan dan pengeluaran, terpisah dari unit titik impas.
- Baca arus kas UMKM — Ikuti uang yang sudah bergerak. Titik impas bukan saldo kas.
- Catat pengeluaran operasional harian — Bon beban sebelum dikelompokkan tetap atau variabel.
- Catat utang pemasok — Tagihan yang belum lunas, terpisah dari rumus unit.
- Cek bulanan — Enam angka bulan yang sudah disusun, bukan hasil titik impas.
Jika istilah instruksi AI masih baru, lihat prompt di glosarium. Arti biaya tetap, biaya variabel, dan HPP ada di halaman yang sama.