Cara menentukan harga jual paket bundling adalah menjumlahkan biaya seluruh isi paket, menambah biaya khusus paket, lalu menguji harga yang memberi sisa sesuai target usahamu. Setelah itu, bandingkan harga paket dengan total harga satuan untuk mengetahui besar diskonnya. Diskon dan margin memakai dasar hitung berbeda.

Panduan harga jual dari HPP dan margin membahas satu produk. Di sini fokusnya beberapa produk yang dijual bersama dalam satu paket dengan isi tetap. Kita tidak menyusun harga grosir bertingkat atau menganggap paket lebih murah pasti lebih laku.

1. Tetapkan isi paket secara jelas

Tulis kode barang, varian, satuan, dan jumlah masing-masing barang. Pisahkan kemasan satuan yang sudah masuk biaya produk dari kemasan tambahan khusus paket agar tidak dihitung dua kali.

Siapkan pula harga satuan yang benar-benar dipakai sebagai pembanding. Bandingkan barang dan jumlah yang sama. Bila satu produk tidak dijual terpisah, jangan mengarang harga pembanding agar diskon tampak besar.

Panduan penetapan harga business.gov.au membahas biaya, tujuan usaha, dan pemeriksaan pasar sebagai dasar harga. Sumber diperiksa pada 27 Oktober 2026. Rumus latihan dan susunan paket berikut adalah contoh redaksi, bukan rekomendasi harga dari pemerintah Australia.

2. Jumlahkan biaya paket

Gunakan biaya per unit yang sudah diperiksa. Untuk barang produksi sendiri, kamu bisa mulai dengan kalkulator HPP. Pastikan jumlah hasil layak jual dan alokasi biaya sesuai catatanmu.

Contoh fiktif: satu paket berisi dua barang Latihan-A dan satu barang Latihan-B. Semua nominal dalam artikel ini hanya ilustrasi hitungan, bukan harga pasar atau penawaran usaha nyata.

Komponen contoh Jumlah Biaya per unit Biaya dalam paket
Barang Latihan-A 2 Rp12.000 Rp24.000
Barang Latihan-B 1 Rp8.000 Rp8.000
Kemasan tambahan paket 1 Rp3.000 Rp3.000
Total dasar biaya paket Rp35.000

Pemeriksaan: (2 × Rp12.000) + Rp8.000 + Rp3.000 = Rp35.000. Contoh belum memuat biaya platform, subsidi ongkir, biaya operasional di luar dasar biaya, atau pajak. Bila biaya tersebut ada pada penjualanmu, hitung pengaruhnya sebelum menyetujui harga.

3. Uji harga dan sisa setelah biaya

Pada contoh fiktif ini, target bagian harga yang tersisa setelah dasar biaya paket adalah 30%. Itu asumsi latihan, bukan target yang disarankan untuk semua usaha.

Harga dari target margin = dasar biaya paket ÷ (1 − target margin dalam desimal).

Dengan angka contoh: Rp35.000 ÷ (1 − 0,30) = Rp50.000. Sisa setelah dasar biaya adalah Rp50.000 − Rp35.000 = Rp15.000, atau 30% dari harga paket. Sisa ini belum sama dengan laba bersih.

Markup 30% berbeda: Rp35.000 × 1,30 = Rp45.500. Karena pembaginya berbeda, margin pada harga Rp45.500 hanya sekitar 23,08%. Hitung ulang setelah membulatkan atau menambah potongan lain.

Jika memakai kalkulator harga jual, perlakukan satu paket sebagai satu unit dan masukkan biaya serta volume paket secara konsisten. Alat itu tidak menjumlahkan isi beberapa SKU otomatis. Jangan memasukkan HPP yang sudah memuat alokasi biaya tetap sebagai biaya variabel untuk menghitung BEP.

4. Hitung diskon terhadap total harga satuan

Lanjutkan contoh fiktif tadi: harga satuan Latihan-A Rp20.000, Latihan-B Rp15.000. Harga normal untuk isi yang sama adalah (2 × Rp20.000) + Rp15.000 = Rp55.000.

Jika harga paket Rp50.000, selisihnya Rp5.000. Diskon = Rp5.000 ÷ Rp55.000 × 100% = sekitar 9,09%. Jadi diskon 9,09% pada contoh ini berbeda dari margin 30%.

Coba kalkulator diskon dan bundling dengan harga satuan, jumlah tiap barang, dan harga seluruh paket. Alat ini membandingkan harga barang; hasilnya tidak membuktikan margin atau laba karena biaya paket tidak dimasukkan.

5. Catat syarat dan periksa penjualan berikutnya

Sebelum paket ditawarkan, lengkapi isi, pilihan varian, aturan penggantian barang, harga akhir, biaya tambahan, masa berlaku, dan apakah potongan lain dapat digabung. Putuskan semua ketentuan dari kondisi usahamu. Hindari janji stok atau jadwal yang belum disetujui.

Catat paket dengan kode tersendiri dalam rekap penjualan harian. Keluarkan jumlah setiap barang dari catatan stok. Jangan mencatat penjualan paket lalu menambahkan penjualan komponennya lagi sehingga omzet terhitung ganda.

Jika ingin memakai AI, berikan hanya data yang boleh dibagikan. Simpan biaya internal terpisah dari draf untuk pembeli.

Rapikan DRAF rincian paket dari data yang sudah disetujui.
Pertahankan isi, jumlah, harga, dan syarat persis dari bahan.
Jangan mengarang harga pembanding, diskon, stok, atau janji hasil.
Tandai syarat yang belum ada sebagai PERLU KEPUTUSAN.
Pisahkan biaya internal dari tabel untuk pembeli.
Jangan mengirim atau menerbitkan draf.
Bahan: [tempel contoh fiktif atau data yang diizinkan]

FAQ singkat

Apakah paket harus selalu lebih murah daripada harga satuan?

Tidak harus. Namun, klaim hemat perlu cocok dengan harga pembanding untuk isi yang sama. Jika paket lebih mahal, jangan menyebut selisihnya sebagai diskon positif.

Apakah sisa positif berarti paket sudah menguntungkan?

Belum tentu. Periksa biaya yang belum masuk, volume penjualan, dan biaya tetap. Simulasi harga tidak menjamin permintaan atau laba.

Lanjutkan ke panduan keuangan UMKM. Ikuti Nalar Pekan lewat bagian pendaftaran di bawah untuk bacaan berikutnya, atau buka arsip edisi web.