Saat perlu membetulkan SPT, angka yang berubah perlu dibaca bersama riwayat pembayaran dan tindak lanjut SPT sebelumnya. Mengirim selisih angka ke AI tanpa dokumen pendukung akan menghilangkan konteks yang diperlukan pemeriksa.
Usulan kerja berikut membantu merapikan bahan untuk dibahas dengan orang yang berwenang. Redaksi belum menjalankan pembetulan SPT di Coretax untuk menguji alur ini.
Mulai dari aturan dan tanggal yang tepat
PER-12/PJ/2026 ditetapkan 28 September 2026 dan mulai berlaku 1 Oktober 2026, menurut Pasal II angka 2. Peraturan ini mengubah PER-11/PJ/2025 tentang ketentuan pelaporan dalam sistem inti administrasi perpajakan. Ini aturan administrasi pelaporan; jangan memakainya sebagai dasar penetapan tarif PPh Final atau PPN.
Pasal II angka 1 mengatur perlakuan pelaporan dan pembetulan menurut waktu penyampaian serta periode pajaknya. Karena itu, catat masa atau tahun pajak dan tanggal penyampaian SPT awal maupun pembetulan sebelum memilih langkah.
Sebagai contoh bagian yang perlu diperiksa, Pasal 29B–29C yang disisipkan mengatur pembetulan SPT Masa PPN dan penyesuaian saldo kompensasinya. Perhitungannya memperhatikan riwayat penyetoran dan pengembalian terkait, bukan sekadar selisih dua nilai keluaran AI. Keadaan lain dan lampirannya tetap perlu dibaca sesuai kasus.
Pisahkan dokumen awal dari usulan perubahan
Tentukan satu tempat penyimpanan bukti yang dapat dibuka pemeriksa. Jangan menimpa berkas awal dengan versi koreksi. Beri versi dan tanggal pada setiap berkas agar asal perubahan tetap terlihat.
| Kelompok bahan | Pertanyaan pemeriksaan |
|---|---|
| SPT awal dan bukti penerimaan | Periode apa yang sudah disampaikan, dan kapan? |
| Dokumen transaksi awal serta penggantinya | Nilai mana yang berubah dan apa bukti penyebabnya? |
| Bukti pembayaran | Pembayaran mana yang terkait periode itu? |
| Surat keputusan atau pengembalian | Dokumen apa yang memengaruhi perhitungan? |
| Riwayat kompensasi bila relevan | Masa mana yang terdampak dan apa status pencatatannya? |
| Usulan koreksi | Siapa yang memeriksa, apa alasannya, dan apa yang belum pasti? |
Ini daftar persiapan internal, bukan pernyataan bahwa semua usaha wajib memiliki setiap dokumen di atas. Bila dokumen belum ada, tulis “belum tersedia” dan tentukan siapa yang mencari. Jangan meminta AI membuat bukti pengganti.
Minta daftar perbedaan dengan jejak bukti
Bandingkan ringkasan versi awal dan versi usulan.
Untuk setiap perbedaan, tulis kode dokumen, nama kolom,
nilai awal, nilai usulan, dan alasan yang tertulis di sumber.
Pisahkan data transaksi, pembayaran, pengembalian,
dan kompensasi. Tandai hubungan yang belum terbukti.
Jangan menghitung pajak yang harus dibayar atau menentukan
hak pengembalian. Jangan memberi langkah pengiriman SPT.
Jika bukti tidak cukup, tulis "perlu diperiksa".
Gunakan ringkasan yang sudah disamarkan dan alat yang diizinkan usaha. Jangan memberikan kredensial Coretax, OTP, tanda tangan elektronik, atau akses akun kepada model.
Tutup pemeriksaan sebelum melanjutkan ke akun pajak
Pemeriksa perlu membuka kembali bukti untuk setiap perbedaan. Cocokkan periode, riwayat penyampaian, serta dokumen pembayaran atau pengembalian yang terkait. Jangan menganggap ringkasan AI sudah mencakup semua unsur pembetulan.
Catat keputusan dan dasar pasalnya, termasuk pertanyaan yang perlu dikonfirmasi ke DJP. Penyampaian pembetulan merupakan langkah terpisah yang dilakukan pihak berwenang setelah perhitungan dan dokumennya diperiksa.
Kamu bisa memakai materi edukasi DJP tentang PER-12/PJ/2026 sebagai bahan pendamping aturan. Tampilan dan langkah akun perlu dicocokkan dengan petunjuk resmi terbaru saat pekerjaan dijalankan.
Ingin menata versi dokumen dan alur persetujuan sebelum memakai AI? Ceritakan kebutuhan lewat halaman layanan, mulai dari pekerjaan yang ingin dirapikan serta siapa yang akan memeriksa hasilnya.